Selasa, 17 April 2012

Tensimeter Digital

Tensimeter Digital

Tensimeter dikenalkan pertama kali oleh dr. Nikolai Korotkov, seorang ahli bedah Rusia, lebih dari 100 tahun yang lalu. Tensimeter adalah alat pengukuran tekanan darah sering juga disebut sphygmomanometer.Tensi meter adalah alat untuk mengukur tekanan darah (tensi). Tensi meter digital adalah alat untuk mengukur tekanan darah (tensi) secara digital dan elektronis sehingga dapat dengan mudah memperoleh hasil pengukurannya. Tensimeter digital juga sangat praktis dalam penggunaan karena hanya tinggal menekan tombol dan alat akan bekerja sendiri dalam menghitung tekanan darah. Tensimeter digital merupakan tensimeter modern yang akurat, dianjurkan untuk digunakan di rumah atau memantau tekanan darah sehari hari. Berbeda dengan tensimeter air raksa yang memerlukan stetoskop untuk mendengarkan suara sebagai pertanda tekanan sistolik dan diastolik, tensimeter digital menggunakan sensor sebagai alat pendeteksinya

tensimeter

tensimeter digital
Keunggulan Tensimeter Digital:
  1. Tidak menggunakan air raksa (merkuri) sehingga bebas dari resiko terkena radiasi logam berat. (Kalau tensimeter air raksa kan bisa retak/pecah tabungnya dan kalau merkurinya terhirup oleh manusia bisa menyebabkan gangguan fungsi otak).
  2. Praktis, karena hasilnya langsung ditampilkan di layar digital.Seringkali dilengkapi dengan fitur-fitur lain, misalnya grafik tekanan darahnya normal atau tidak, tambahan memori, fitur Irregular Heart Beat, etc.
  3. Cara pemakaiannya sama dengan tensimeter air raksa, sehingga tidak perlu pelatihan khusus.
Kelemahannya Tensimeter Digital
Akurasi tensimeter digital lebih rendah daripada tensimeter air raksa, karena dipengaruhi berbagai faktor misalnya kondisi baterai, umur pakai, teknologi produknya. Karena itu, biasanya untuk keperluan kalibrasi, dipakai tensimeter air raksa.
Tensimeter Digital

Tidak ada komentar:

Posting Komentar